• IMAM FC 2014

Ada Keripik Setan di UNMUHA

Banda Aceh, 16/4/13 - Berbagai barang kerajinan, aksesoris, makanan, minuman, dan produk lain dipamerkan di kegiatan bazar kewirausahaan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah

(Unmuha) Banda Aceh. Semua barang yang dipamerkan adalah buatan tangan mahasiswa Jurusan Manajemen dan Akuntansi Unmuha.
Produk yang dijual di 15 stand peserta bazar dikemas menarik dan diberikan label unik, mulai dari aksesoris jilbab, tas, kaos oblong, gantungan kunci, keripik setan, hingga mi senang.

Bazar kewirausahaan perdana yang digelar di halaman kampus Unmuha pada 16 hingga 21 April 2012 ini melibatkan 200 mahasiswa. Karena diprakarsai oleh mahasiswa dan konsumennya sebagian besar juga mahasiswa, harga jual produk di bazar ini terbilang murah dan terjangkau. Gantungan kunci lucu dari kain flanel dijual Rp 5.000 per buah, mi senang hanya Rp 7.000 per porsi, dan keripik setan yang dibanderol dengan harga Rp 10.000 per paket ukuran setengah kilogram.

Pembantu Rektor III Unmuha Banda Aceh, Mufizar SH mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi mahasiswa FE Unmuha untuk memiliki jiwa wirausaha. “Tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan yang memiliki mental pengusaha dan tidak melulu berharap jadi pegawai negeri sipil. Sarjana Ekonomi lulusan Unmuha diharapkan bisa mandiri dengan berwirausaha membuka lapangan pekerjaan, bahkan mampu membantu mengurangi angka pengangguran dengan menampung tenaga kerja di usaha yang mereka punya,” kata Mufizar SH, Senin (16/4).

Ketua Panitia Bazar, Darwis menyebutkan peserta bazar adalah mahasiswa dari Jurusan Manajemen Akuntansi semester IV, VI, dan VIII yang sedang mempraktekkan ilmu-ilmu ekonomi yang sudah dipelajari. Sebelum sampai ke bazar kewirausahaan, mereka telah lebih dulu melakukan praktek ilmu ekonomi lainnya seperti melakukan penelitian tentang usaha-usaha yang potensial untuk dikembangkan.

“Dengan adanya even seperti ini menjadikan mahasiswa menerapkan secara langsung ilmu-ilmu ekonomi yang mereka pelajari. Sebut saja ilmu melihat peluang usaha, memilih produk yang potensial untuk dipasarkan, cara mengemas, membuka jaringan, prinsip ekonomi, pembukuan, dan sebagainya,” papar Darwis.(ami/serambi indonesia)



0 komentar: